MARI BUKA LEMBARAN BARU
Banyak hal-hal baru yang saya
terima setelah status saya berubah dari lajang menjadi kawin…eh salah,
maksudnya dari siswa menjadi mahasiswa, hehe bercanda sedikit boleh ya. Ibarat
sebuah buku catetan mektek, SMA adalah buku catetan mektek 1 saya, nah kalo
kuliah ini buku catetan mektek 2 saya, yang artinya buku mektek 1 nya dilupakan
setelah semester 2 datang, bener ga? Hahaha.
Yuk
kita mulai serius nih. Perkenalkan, nama saya adalah Anugrah Septian Putra
Hutama, dulu di SMA biasa dipanggil Tian/Septian, tapi entah kenapa di kampus
panggilan saya berubah menjadi panggilan yang ngga enak untuk di ungkapkan,
udah lah ya gausah dibahas, hehe. Saya melanjutkan pendidikan saya di
Politeknik Negeri Jakarta pada jurusan Teknik Sipil. Kalo ditanya apa latar
belakang saya milih Sipil, saya pun gatau mau jawab apa, tapi kata orangtua
saya, dari dulu kecil saat ditanya kalo udah gede mau jadi apa, saya jawab “Mau
jadi Insinyur”. Saya aja dulu gapaham apa itu insinyur, tapi alasan saya mengapa
ingin menjadi insinyur adalah ketika saya melihat nama Bapak Presiden pertama
kita, yaitu Ir.Soekarno. Saya penasaran dengan kata Ir itu, dan usut punya
usut, setelah saya telusuri ternyata Ir itu adalah Insinyur, dari situlah saya
memutuskan untuk menjadi Insinyur.
Namun
ngga sampe disitu, impian saya sempat berubah diwaktu SMA, waktu itu saya ingin
menjadi seorang kapiten, ehh bukan maksudnya seorang penulis. Entah impian itu
muncul darimana, tapi akhirnya impian itu tidak jadi dilanjutkan. Setelah itu
saya sempat ingin menjadi seorang Profesor Doktor kelak, tapi dilihat dari
kemampuan otak saya yang kurang lebih pas-pasan ini akhirnya saya tetap
bercita-cita ingin menjadi Profesor Doktor kelak, aaminn. Tapi yang pasti
impian saya yang paling utama dan yang diutamakan adalah memiliki keluarga yang
sakinah, mawaddah, warohmah, amminn.
Kembali
ke laptop, selama kuliah di awal-awal semester, saya masih suka kuliah-pulang
kuliah-pulang. Makanya kalo liat
marksheet saya diawal-awal semester tuh masih dua abjad, kalo ngga A ya B,
hehehe. Nah di semester 1 ini juga saya merasakan banyak hal, mulai dari
ditolaknya saya menjadi anggota hms, mau tau rasanya gimana? Sakit. Padahal
waktu itu keinginan saya, semangat saya sangat bergejolak untuk bisa menjadi
bagian dari HMS, tapi memang mungkin kemampuan saya masih dirasa kurang, jadi
Allah memberikan sesuai yang saya butuhkan, bukan yang saya inginkan
Hari
demi hari berlalu, pada suatu ketika, mentor saya di rumah tiba-tiba meghubungi
saya dan beliau berkata bahwa mentoring saya akan dialihkan ke kampus dengan
pementor yang baru. Saya sudah mengikuti mentoring saat saya masih duduk di
bangku kelas 3 SMP, waktu itu saya cukup aktif mengikuti kegiatan mentoring
tiap pekannya. Namun ditengah perjalanan mentoring, pementor saya tidak bisa
lagi mengisi karena beliau dipindah tugaskan ke Kalimantan, semenjak itu
kelompok mentoring saya dialihkan dengan murabbi/mentor yang baru. Namun
setelah perpindahan murabbi ini, awalnya kelompok mentoring kami berjalan
lancar tiap pekannya, akan tetapi waktu demi waktu berlalu kami mulai sering
bolos untuk liqo pekanan kami, 1 kali bolos, 2 kali, 3 kali, dan akhirnya liqo
kami vakum, huhuhu.
Tapi
alhamdulillah, akhirnya di kampus, saya bisa kembali mengikuti kegiatan liqo
ini yang di SMA sempat tidak sama sekali liqo sehingga membuat diri ini jauh
dari Al Quran, jauh dari Sunnah bahkan waktu-waktu 3 tahun di SMA yang harusnya
diisi dengan kegiatan produktif malah diisi dengan kegiatan-kegiatan yang ga
bermanfaat. Bagi saya, mentoring ini adalah penjaga diri kita dari hal-hal yang
buruk, dari hal-hal maksiat, disini kita berkumpul dengan sodara seiman kita,
saling mengingatkan satu sama lain, saling menjaga dalam dekapan ukhuwah
islamiyah, saling meningkatkan kualitas diri, berlomba-lomba dalam kebaikan,
berlomba-lomba dalam melaksanakan sunnah, dll.
Untukmu
yang masih ragu ikut mentoring, cobalah dulu 1 kali, 2 kali, 3 kali, kau akan
merasakan kenikmatan yang luar biasa dalam mentoring, hatimu akan dipenuhi
dengan nikmatnya iman, nikmatnya islam, nikmatnya ukhuwah islamiyah. Jadi
selain kita dapat ilmu dunia di kampus, kita juga jangan melupakan illmu
akhirat. Sebagai muslim sudah sepatutnya kita seimbang dalam berbagai hal, dan
contohnya dalam hal tolabul ilmi/menuntut ilmu. Karena sejatinya tujuan kita
hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada ﷲ.
ANUGRAH SEPTIAN PUTRA HUTAMA
-MENEBAR KEBERMANFAATAN DISETIAP SENDI KEHIDUPAN-
Komentar
Posting Komentar